Rabu, 02 September 2015

From One Place Visible 7 Beaches

Watu Lawang Beach

Gunungkidul nampaknya tidak akan kehabisan tempat untuk anda yang mencintai wisata alam, taukah anda bawa dalam kurun waktu kurang dari 1 tahun gunungkidul telah membuka banyak tempat wisata baru?

Panatai Watu Lawang By Fajar Hari Wijaya
Panati Watu Lawang By : Fajar Hari Wijaya

Selasa, 02 Juni 2015

Embung Batara Sriten merukan salah satu obyek wisata unggulan di kabupaten gunungkidul, satu hal yang menjadi sangat menarik tempat wisata ini adalah karena embung ini berada di puncak gunung tertinggi gunungkidul, dimana sumber air yang ada disana berasal dari hujan.
Embung Batara Srinten
dari puncak tertinggi digunungkidul ini kawan-kawan bisa menikamti udara sejuk di sekitaran embung batara sriten ini, terlebih ketika malam hari anda bisa melihat indahnya kota-kota yang mengitari kabupaten gunungkidul, bisa di bilang bukit bintang kalah jauh dengan embung batara sriten ini, sebab dari sana kawan-kawan bisa melihat betapa memukaunya wisata yang ada di kota ini.
Sunset Embung Batara Sriten
Sriten Sunset

satu hal lagi yang menarik dari wisata embung batara srite ini, kawan-kawan bisa melihat napak petilasan Sunan Gunung Jati, oh iya embung ini mulai di bangun oleh pemerintah kabupaten gunungkidul sekitar tahun 2014, dan baru di resmikan sekitar awal 2015 kemarin, kawan-kawan yang akan berkunjung di sana untuk sementara baru membyar Rp.2000,00 untuk sukarela pembangunan jalan, emmm sama jangan lupa kalau kesana siapkan kendaraan yang tinggi sebab jalan masih agak sulit, dan kawan-kawan yang akan menginap lebih baik ijn terlebih dahulu, sebab di sana ada pperatura saiapa yang mau menginap/bermalam disana harus ijin, dan satu hal lagi jangan lupa bawa kamera untuk mengabadikan moen-momen anda, selamat bersenang-senang.
jangan lupa dimanapun anda berkunjung jang merusak fasilitas yang ada, tetap jaga kebersihan dan tolong di bantu untuk melestarikannya, sebab seseorang yang merusak tidak di cintai oleh Tuhan. :)

Senin, 04 Mei 2015

Pembuatan Brand

IdeHebat : Puluhan Juta datang dari membungkus makanan.

            Bisnis saat ini sangat berkembang sangat pesat, terbukti dengan banyaknya bidang usaha yang berkembang baik di bidang otomotif, busana, gaya hidup bahkan makanan. Bisnis pada dasarnya memang sangat menggiurkan terlebih lagi dengan iming-iming pendapatan tertentu. Namun yang perlu di ingat adalah ketika kita akan terjun pada dunia bisnis tertentu perlunya  kita mengamati peluang, peluang yang dimaksudkan adalah kemungkinan terjun di bidang usaha tersebut, hal ini perlu untuk dilakukan agar pada praktik bisnisnya tidak mendapatkan tekanan yang begitu berat. Sebab tekanan ini akan muncul ketika kita terjun di bidang usaha yang sudah ada pendahulunya dan namanya jauh lebih beken dari usaha yang kita rintis.
             Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi mengenai peluang/prospek bisnis dari membungkus makanan, kegiatan membungkus makanan ini bukan berarti bekerja pada suatu perusahan, namun mengerjakan sendiri untuk keuntungan sendiri. Ide usaha ini muncul ketika saya berjalan-jalan ketempat wisata, dimana pada saat itu saya menemukan sebuah makanan local yang rasanya jauh lebih enak dari makanan yang saya beli di took-toko pada umumnya.
Dari situ muncul gagasan dari otak saya untuk membeli dalam jumlah yang banyak dan kemudian menjualnya kembali, namun sebelum saya memutuskan pembelian dalam jumlah yang banyak saya mencoba untuk melakukan observasi terlebih dahulu.
Obervasi yang saya lakukan adalah membandingkan harga makanan yang berbungkus dan tidak berbungkus, ketika kita belanja di supermarket atau minimarket kita sering melihat makanan ringan seperti keripik tela, kacang telor dll, dimana harga kisaran harga dari makanan tersebut adalah antara Rp.6.000:- sampai  Rp.9.500:-,/ 90gram+/- padahal ketika saya membeli keripik di tempat pembuat keripik harganya hanya sekitar Rp.4.000/kg, harga tersebut hanya tanpa bungkus dan tanpa lebel, secara umum untuk rasa dan kualitas sama. Observasi saya tidak berhenti di situ, ketika saya berkunjung di Gunungkidul saya mencoba mencicipi makanan khas Gunungkidul yaitu Thiwul, Thiwul gunungkidul yang saya pusat oleh-oleh gunungkidul hargnya Rp.10.000/bungkus beratnya sekitar 200gram, sedangkan ketika saya membeli Thiwul Gunungkidul yang berada di pasar arjosari gunungkidul harganya Rp.7.000/porsi beratnya sekitar 800gram + sambel dan lauknya. Hanya saja Thiwul gunungkidul yang ada di pasar arjosari disajikan secara langsung tanpa ada bungkus, untuk masalah rasa, jauh lebih nikmat yang berada di pasar arjosari.
            Asumsi saya untuk membuat produk Thiwul Gunungkidul adalah harga ketela per-kg adalah Rp.700 sedangkan per-Kg ketela dapat digunakan untuk membuat +/- 800kg, untuk membuat sablon+bungkus snak adalah Rp.300/biji dan untuk memasak ketela per-kg dibutuhkan uang gas sebsar Rp.1.500/kg ketela. Maka total biaya yang di keluarkan untuk membuat 4 bungkus Thiwul Gunungkidul adalah Rp.5500/200gram, sedangkan jika di jual per bungkus adalah Rp.7.000 maka dapat di pastikan kita untung sebesar Rp.22.500 setiap 4 bungkus Thiwul yang terjual.
Observasi saya masih berlangsung di beberapa tempat, namun setiap tempat yang saya datangi mempunyai hasilnya sama, yaitu makanan yang menggunakan bungkus tradisional (piring, daun atau yang lainnya) harganya lebih murah daripada makanan yang sudah dibungkus secara modern. Satu hal yang menjadi kata kunci, bungkus moderen bukanlah bungkus yang mahal, namun bungkus yang moderen adalah bungkus yang mempunyai design menarik, atraktif dan mencerminkan isi dari bungkus tersebut.
Hasil observasi saya dapat disimpulkan bahwa makanan yang mempunyai bungkus yang moderen/menarik jauh lebih laku daripada makanan tanpa bungkus, dan dari hasil observasi tersebut saya melanjutkan observasi saya pada bidang pengadaan bungkus dan design, design hampir pasti tidak mengelurkan biaya besar sebab banyak sekali design dari internet yang dapat diunduh secara gratis, tinggal kita memodifikasi sendiri. Sedangkan untuk membuat bungkus + sablon bungkusnya harganya tergantung jenis bungkus yang digunakan, apabila plastik maka harganya sekitar Rp.300/lembar, sedangkan apabila kertas harganya sekitar Rp.600/lembar. Sedangkan untuk membuat ijin usaha rumahan hanya bermodalkan bensin menuju kantor perijinan usaha.
Maka biaya yang dikeluarkan untuk sekali operasi adalah Rp.1.700.000/1000 bungkus keripik pisang dimana masing-masing keripik beratnya 180gram, murah bukan? Dan keuntungannya pun dapat di perkirakan sendiri. Nah apabila saudar berminat untuk terjun di bidang usaha ini, peluang masih terbuka lebar, selain minim pesaing saudara juga bisa memanfaatkan orang-orang disekitar saudara untuk diajak bekerjasama. Namun yang paling penting adalah memulai usaha harus melihat peluang,resiko dan kemungkinan berhasil, agar pepatah jawa tidah keluar “Ojo gebyah Uyah” yang artinya asal-asalan.
Oke terimakasih udah dibaca semoga bermanfaat dan salam sukses untuk pengusaha muda Indonesia J J J J J J

Sabtu, 01 November 2014

Blue clouds in the desert Krakal 

Krakal Beach
Krakal Beach
After talking with a glance at the Kukub beach, now I will speak with dazzling blue cloud in the desert Krakal, not like a desert filled with sand and drought, tatapi this is a special place with soft sand and 

Kamis, 30 Oktober 2014

Overview Angel Of Kukup Beach 

Angel Of Kukup Beach
Kukup Bach
It is easier to express feelings of love for someone than to reveal the beauty of the open sea at Kukup beach, like an angel who smiled broadly to a handsome prince and authoritative, smooth white sand and hallucinations will lead us to the gentle face of an angel.







Architecture of natural rocks on the beach Wediombo

Architecture of Nature
Wrdiomo (Architecture of Nature)
Wediombo is one beach which is located in Gunung Kidul, located between the beach is in the Siung beach and Sadeng beach has a charm that is not less beautiful with other beach homes, beach stones which have typical mountain itself is the main attraction for tourists who come.

Rabu, 22 Oktober 2014

So many beaches in Gunung Kidul scattered, and none of the beach which is located in Gunung Kidul leaving a lasting impression for the visitors. 
There is one beach in degar rare and little known by tourists who come to the district Gunung Kidul is the beach Gesing .
Gesing Beach
"Gesing Beach"

Selasa, 21 Oktober 2014

Speaking Gunungkidul not apart of the poor across the beach from the south end to the west end, the beach this one might be familiar to those of you who frequently explore Gunung "Sadranan Beach", this beach is one of the mainstays shore excursions for Gunung Kidul district.
Sandaran
Sandaran Beach

Gunungkidul, heard her name will certainly speak the beach or cave, but this time I will talk about the beach, the beach of which I speak is "Ngobaran Beach". 
Ngobaran
Ngobaran Beach

Sabtu, 11 Oktober 2014

Joglo shaped building typical of Yogyakarta is located around 200 meters from the Market Kota Gede. Ndalem Sopingen is the residence of Raden Amatdalem Sopingi. Sopingen name taken from the name he is Sopingi. He is the Yogyakarta Sultanate courtiers who served as cemetery caretaker Chief Headman Kota Gede at that time.
Sopingen
Ndalem Sopingen
Prenggan Tourism Village as one of the attractions located in Kota Gede area.
Tourism Village
Tourism Village
Karangtalun dam has a height of approximately 20 meters, left the right side of the steps that built the facility functioned as a way to inspect the dam sluice. This dam is also equipped with a four-door water-gejlig in the Java language-blue that serves to break up the flow of the Progo River. Each door has a water flood plains that extends approximately 10 meters by adjusting the upstream channel Mataram banked approximately 35 degrees. This Karangtalun dam to irrigate 30,000 hectares of agricultural land in the district. Magelang and Yogyakarta, besides Karangtalun Dam is part of the non-building historic buildings that should be protected by the relevant government. 
Dam of Karangtalun
Dam of Karangtalun
Bogowonto original is the name of a river in Purworedjo. If explored further Bogowonto is the name of a warrior martial controversial in the Mataram Kingdom. 
Bogowonto
Bogowonto
Cogot and activities of its citizens , Cogot of  citizens, Cogot.

Activities of the fishermen into its own charm to this coastal region. Along the shoreline, visitors can see the activities of local communities and local tourists satisfy his love of fishing. In other places there is a way to spread the fishermen on the beach, cleaning the boat and destroy the shell ranjungan inherent in the nets. The morning is a good time for visitors to see the crowd of fishermen with their daily activities. Roar-roar of the ship's engine drove to spread nets to catch fish, and by noon returned with their catch is then taken to the fish auction in the region. 
Cogot
Cogot and activities of its citizens

Selasa, 07 Oktober 2014

Tlogo Princess is a blend of water tourism and nature tourism that is managed by the Tourism Office of Sleman Kabpuaten. Atri Tlogo word comes from the Javanese language berari pond or lake. 
Tlogo Princess
Tlogo Princess

Ground is the mainstay attractions that are Sleman district on the southern slopes of Merapi. This tourist area is located in the northern part of the province of Yogyakarta, 25 km from Yogyakarta .
Mount Merapi From Peak Ground
Mount Merapi From Peak Ground 

Jumat, 03 Oktober 2014

streams that are not too tight to make Pindul can enjoy activities untu Cuve tubing, in there you can obtain a coolness that can throw your entire fatigue of activities that you live for your work.
Cuve Tubing
Cuve Tubing

Kamis, 02 Oktober 2014

The history of the palace of Yogyakarta 
Yogyakarta Palace began to be established by Sultan Hamengkubuwono first few months after the Treaty Giyanti location in 1755, this palace is reputedly a former Pesanggarahan named Garjitawati. This building used to break the funeral procession of the kings of Mataram (Kartasura and Surakarta) to be buried in Imogiri. Another version states the location of the palace is a spring, Bannerman Pacethokan, which is in the middle of the woods Beringan. Before occupy Kraton Yogyakarta, Sultan Hamengkubuwono I dwell in Houses Ambar Ketawang.
palace of Yogyakarta
palace of Yogyakarta 
Yogyakarta is one of the provinces that have the constitutional privilege, that privilege is its leader hereditary (kingdom) in other word, not directly elected by the Society at umumunya. 
And one of the symbols that are the province of Yogyakarta is Palace Yogyakarta. 
The Kingdom of Yogyakarta
The Kingdom of Yogyakarta

Rabu, 01 Oktober 2014

Gunungkidul not be discharged as discussed, beautiful natural charm that makes people who visit unwilling to leave the district, one of the keindahanya shown Indrayanti beach. 
White Sand in Indrayanti Beach
White Sand in Indrayanti Beach

Unordered List

Blog Archive

Popular Posts

Recent Posts

Text Widget